Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2009

Tips Pijat Sendiri

Jika dilakukan secara benar, pijat pribadi bisa mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, meredakan ketegangan otot, serta mengurangi rarsa sakit pada titik-titik sumber rasa sakit pada tubuh.

Pijatlah otot Anda dengan ujung-ujung jari, jempol, kepalan tangan, atau siku. Gunakan apa pun yang terasa lebih mudah dan yang paling nyaman menurut Anda. Alat pijat biasanya lebih mudah digunakan untuk menjangkau bagian-bagian tubuh yang agak susah dijangkau, tetapi jika Anda tidak ingin membeli alat pijat, botol bisa digunakan menjadi alternatif lain.

Tekanlah otot atau titik pusat rasa sakit secara langsung, atau Anda juga bisa meremas baik secara melingkar atau mundur-maju. Anda tidak perlu cemas akan arah serat-serat otot. Alasan utama menekan otot adalah untuk meregangkannya.

Pijat kuat tetapi secara bertahap. Anda sebaiknya menekan kuat, tetapi secara perlahan. Buatlah skala 1-10, dimana 1 tanpa rasa sakit dan 10 rasa sakit yang tidak tertahankan, jadi Anda cukup memijat dari skala 5-7.

Kenalilah tubuh Anda. Tekanan pada simpul otot sebaiknya kuat dan terasa. Setelah Anda berhenti memijat area tersebut, Anda seharusnya merasa lebih baik dan rasa sakit berkurang.

Pijatlah di area tubuh yang sakit. Periksa dan carilah titik-titik sensitif di tubuh Anda. Contoh, jika bahu Anda sakit, carilah pusat sumber rasa sakit di bagian puncak bahu Anda.

Pusat sumber rasa sakit tetapi bukan tempat yang sakit. Pusat rasa sakit seringkali tidak berada di bagian tubuh yang sakit, jadi temukan dan pijatlah sumber pemicu rasa sakit.

Pijatlah tiap titik yang dicurigai sebagai pusat pemicu rasa sakit selama 30 detik. Setiap titik sumber rasa sakit hanya perlu pijatan maksimal 5 menit.

Pijatlah otot-otot sesering yang diperlukan tubuh Anda. Jika Anda tidak mengalami reaksi-reaksi negatif apa pun, Anda bisa memijat setiap titik rasa sakit sekali dalam sehari, atau paling sering 6 kali dalam sehari.

By: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/?ar_id=ODA2
Selengkapnya...

Pijat, Tak Sekadar Melawan Pegal

Pijat merupakan salah satu pelarian bagi banyak orang bila terserang pegal linu di sekujur tubuh. Tak heran jika akhirnya banyak orang jatuh hati dengan ilmu dari Tiongkok berusia 3000 tahun ini.


Pijatan dengan teknik yang tepat memang dapat membantu untuk mengusir rasa pegal dan sakit yang terasa memalu di setiap sendi, serta membantu melancarkan peredaran darah di tubuh. Namun bukan hanya itu, adanya sentuhan yang tepat di titik-titik persendian ternyata juga akan menghasilkan sensasi relaks dan segar.

Hingga kini, pijat masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk relaksasi tubuh. Pegal linu dan rasa lelah bisa diminimalkan dengan pemijatan selama beberapa menit. Bahkan, cara tradisional ini juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Itu sebabnya, Tak heran bila pijat pun selalu ambil bagian dalam setiap proses perawatan tubuh. Sebut saja saat perawatan rambut, seperti keramas, creambath, atau sekadar potong rambut, dan terutama dalam proses spa yang memang menitikberatkan pada konsep relaksasi tubuh dan jiwa.

Hal ini tidak lepas dari manfaat pijat itu sendiri yang dapat membantu melancarkan peredaran darah, sehingga memberi efek kesegaran bagi tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar ini pun memberi oksigen lebih pada otak, sehingga membantu menyegarkan pikiran. Pijat ini sendiri pun bisa dimanfaatkan di berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Seiring berjalannya waktu, berbagai teknik memijat pun berkembang di mana masing-masing teknik tersebut memiliki kegunaan dan efek tersendiri. Mulai dari pijat refleksi yang memanfaatkan titik-titik meridien pada kaki untuk pengobatan, hingga teknik memijat bayi.

Pada bayi, pemijatan merupakan satu cara untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kedekatan dengan orang tua. Seni sentuhan ini dapat membantu memberi rasa nyaman dan relaksasi bagi si kecil. Itu sebabnya, pijatan biasa dilakukan setiap pagi atau malam sebelum tidur agar bayi bisa tidur pulas. Setiap pijatan tersebut ternyata juga menjadi salah satu cara untuk memberi stimuli pada perkembangan seluruh indera bayi, serta membantu menumbuhkan hubungan emosional antara orangtua dan bayi. Gunakanlah minyak yang lembut bagi kulit bayi dan pijat secara perlahan.

Ketika anak beranjak besar, pemijatan pun bisa dilakukan untuk memberi efek relaksasi tubuh. Terlebih di usia ini pada umumnya anak lebih banyak melakukan kegiatan fisik yang mungkin mencederai ototnya. Oleh karena itu, dengarkanlah keluhan anak dan beri pemijatan dengan tekanan yang tidak terlalu keras. Kadang, timbulnya keluhan di bagian leher dan pundak belakang bisa dipicu karena adanya rangsangan terus menerus sejak kecil.

Di usia dewasa, pijat umumnya menjadi pelarian utama untuk mengusir rasa lelah dan stres akibat beban pekerjaan. Pemijatan ini pun kian bersifat kompleks, yang memberi relaksasi secara lebih menyeluruh, baik bagi tubuh, pikiran, maupun jiwa. Seperti yang dilansir dari The Touch Research Institute, University of Miami, pijatan memberi dampak positif pada penanggulangan stres dan kinerja seseorang setelah 15 menit menggunakan kursi pijat. Keluhan kesehatan lainnya seperti pusing, insomnia, atau radang sendi pun bisa dibantu dengan pemijatan.

Sementara pada lansia, pemijatan secara berkala dapat menekan laju tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot, sekaligus merangsang otot yang lemah untuk bekerja. Tentu saja, akan lebih baik bila menguasai teknik pemijatan untuk memberi hasil maksimal.

Di sisi lain, masing-masing negara juga memiliki kekhasan cara pijat yang intinya memberikan kesegaran dan relaksasi setelah dipijat. Satu hal yang harus diingat, tak ada salahnya menggunakan terapis pijat yang profesional, yang sudah tahu bagian mana saja yang sebaiknya boleh dan tidak boleh dipijat. Pasalnya, jika salah pijat, bukan tidak mungkin justru badan akan terasa semakin pegal setelah selesai pijat.

Demikian pula penekanan pijat terlalu keras. Itu sebabnya biasanya sang terapis akan bertanya bilamana tingkat penekanannya sudah cukup, yang biasanya disesuaikan dengan selera.

Dan, untuk mendapatkan efek lebih, gunakan minyak aromaterapi untuk memijat sehingga lewat aromanya yang menenangkan Anda pun akan semakin relaks. Lagipula, minyak yang meresap lewat pori-pori kulit juga akan menjaga kelembapannya. Tak ada salahnya mencari tahu teknik pijatan yang sesuai dengan Anda. Kini, saatnya mengeksplorasi dunia pijat...

By: http://ahmadtaufik-ahmadtaufik.blogspot.com/2008/06/pijat-ala-pascasarjana.html
Selengkapnya...

Senin, 30 Maret 2009

Manfaat Pijat Refleksi Kaki

Pernahkah Anda berjalan dengan kaki telanjang di atas hamparan batu kecil berbentuk bulat lonjong? Ingatkah bagaimana rasanya?
Jika melakukan itu, setiap orang mungkin akan merasakan hal yang sama, yaitu rasa segar ketika bebatuan menekan-nekan telapak kaki. Perasaan rileks dan segar pun langsung menyeruak ke sekujur tubuh. Bagaimana ini bisa terjadi?
Seperti dikatakan pakar pengobatan tradisional Prof Hembing Wijayakusuma, tekanan batu pada telapak kaki memberikan rangsangan bioelektrik pada organ tubuh yang berhubungan dengan titik syaraf telapak kaki. ”Rangsangan bioelektrik memperlancar aliran darah sehingga tubuh menjadi segar.”


Walau berkhasiat, namun bertelanjang kaki di atas hamparan bebatuan berkarakter tumpul tak selalu mudah dilakukan. Ini karena hamparan bebatuan seperti itu kadangkala sulit ditemui. Jika pun ada hamparan bebatuan, seringkali terselip satu dua buah batu berbentuk runcing yang dapat melukai kaki.
Tapi Anda tak perlu khawatir. Mendapatkan rangsangan bioelektrik yang bermanfaat itu tak selalu harus dilakukan dengan bertelanjang kaki di atas hamparan bebatuan. Anda bisa memperoleh manfaat itu melalui terapi pijat refleksi kaki dengan menggunakan tangan. ”Terlebih, terapi refleksi kaki ini bisa dilakukan sendiri,” kata Hembing.
Terapi pijat refleksi kaki dapat memberikan efek relaksasi yang serupa dengan ketika berjalan di atas bebatuan. Pemijatan pada telapak kaki akan memberikan rangsangan yang mampu memperlancar aliran darah dan cairan tubuh. Hasilnya, sirkulasi penyaluran nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh menjadi lancar tanpa ada hambatan sedikit pun.
Lebih lanjut, sirkulasi aliran darah yang lancar itu akan memberikan efek relaksasi dan kesegaran pada seluruh anggota tubuh. ”Tubuh mengalami kondisi keseimbangan,” jelas guru besar yang telah menulis sekitar 70 buku ini.
Inti terapi pijat refleksi kaki, menurut Hembing, terletak pada pengaktifan refleks pada kaki yang berhubungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Untuk diketahui, telapak kaki manusia memiliki titik-titik syaraf yang berhubungan dengan organ-organ tubuh lainnya. ”Nah, cara kerja terapi pijat refleksi kaki adalah memberikan rangsangan relaksasi pada bagian tubuh yang berhubungan dengan titik syaraf kaki yang dipijat.”
Karena itu, pemahaman tentang simpul-simpul syaraf pada telapak kaki sangatlah penting. Letak titik-titik syaraf pada kaki harus diketahui dengan baik dan benar. Misalnya, posisi syaraf kaki yang menghubungkan dahi kanan terletak pada ujung jari kaki kiri. Sementara titik syaraf kaki yang menghubungkan organ kandung kemih berada pada kedua telapak kaki bagian sisi dalam.
Masih menurut Hembing, setiap organ tubuh memiliki keterhubungan dengan titik-titik syaraf yang terdapat pada telapak kaki. Organ jantung, paru-paru, lambung, dan hati memiliki titik-titik syaraf tersendiri pada telapak kaki. Begitu pula dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Terdapat 36 titik syaraf telapak kaki yang masing-masing menghubungkan anggota-anggota tubuh tertentu.
Selain pemahaman terhadap simpul-simpul syaraf pada telapak kaki, keberhasilan terapi pijat refleksi kaki juga ditentukan oleh teknik pemijatan. Ada berbagai macam cara memijat titik-titik syaraf telapak kaki. Penekanan bisa dilakukan dengan membengkokkan jari tengah dan telunjuk, sementara jari lainnya mengepal keras. Pada teknik ini, titik penekanan terdapat pada jari tengah dan sendi tengah jari telunjuk.
Pemijatan juga bisa dilakukan dengan memusatkan titik tekan pada ibu jari. Caranya, penekanan titik syaraf telapak kaki dilakukan dengan menggunakan perut ibu jari, sementara keempat jari lainnya membentuk posisi 60 derajat. Dalam bukunya berjudul Terapi Pijat Refleksi Kaki, Hembing mengutarakan 12 teknik pemijatan syaraf telapak kaki yang bisa dipraktekkan oleh pembaca buku ini di rumah.
Pengetahuan tentang titik syaraf telapak kaki dan teknik pemijatan yang benar ternyata belum cukup dijadikan jaminan keberhasilan dalam melakukan terapi ini. Ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan. ”Kondisi ruang terapi harus diperhatikan,” ujar pria yang duduk dalam senat guru besar Universitas Bung Karno (UBK) ini.
Terapi ini sebaiknya dilakukan di ruang yang bersih, nyaman, tenang, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kondisi tersebut dapat membantu pasien menjadi lebih tenang dan nyaman. Selain itu, waktu pemberian terapi juga harus diperhatikan yaitu sekitar 30 menit, dengan frekuensi 3-6 hari sekali untuk mencegah penyakit, dan 2-3 hari sekali untuk mengatasi gangguan penyakit. Kondisi telapak kaki pasien pun tidak dalam keadaan luka.
Harus pula diingat, terapi pijat refleksi kaki mesti dilakukan secara menyeluruh. Artinya, pemijatan tidak hanya pada satu titik syaraf telapak kaki tertentu saja. Proses penanganan kasus telinga berdenging misalnya, tidak hanya menekan titik syaraf kaki yang berhubungan dengan telinga. Pemijatan titik syaraf telapak kaki yang berhubungan dengan organ kepala, ginjal, dan kelenjar getah bening juga mesti dilakukan. ”Semua organ itu berkaitan dengan organ telinga,” kata Hembing.
Apakah terapi ini memiliki efek samping? Ditegaskan Hembing, terapi ini tidak memiliki efek samping selama dilakukan secara baik dan sesuai petunjuk. n c16.

By:http://pijatkeluargasehat.wordpress.com/2007/10/01/manfaat-pijat-refleksi-kaki/

Selengkapnya...

Lelah dan Stres? Pijat Saja!

APAKAH Anda pernah pijat? Sebagian orang akan menjawab pernah bahkan sering. Bukan hanya bisa memulihkan anggota tubuh yang terkilir, pijat juga menghilangkan pegal-pegal yang mendera tubuh. Walhasil, sehabis pijat tubuh yang kelelahan terasa lebih segar. Tak heran, banyak orang menjadikan pijat salah satu rutinitas setiap akhir pekan atau setiap bulan.


Bahkan, buat masyarakat di kota besar seperti Jakarta, banyak yang melakukan pijat sebagai terapi menangkal stres dan kejenuhan. Maklum, tekanan hidup dan pekerjaan di kota besar terbilang tinggi. Makanya, usaha massage therapy terus berkembang di kota-kota besar macam Jakarta.

Jika dilakukan dengan besar, massage therapy memang bisa mendatangkan banyak manfaat. Pemijatan akan meregangkan dan merelaksasi otot sehingga pergerakan persendian kita akan lebih luwes. Dengan begitu, tingkat pergerakan tubuh seseorang juga lebih meningkat.

Pijat memiliki banyak kegunaan lain. Pijat bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan kelenjar getah bening. Tekanan pada pijatan juga bisa menstimulasi kelenjar kulit untuk menjaga kulit tetap dingin dan lembab.

Lakukan screening sebelum pemijatan

"Terapi pijat bisa juga membantu tubuh melepaskan beberapa unsur kimia tertentu sehingga tubuh menjadi rileks karena telah membuang racun yang terbentuk pada otot ketika otot sedang bekerja," jelas Soehardi, Direktur Fisioterapi, Klinik Sasana Husada.

Terapi pijat dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, ketika tubuh stres, kemampuan sistem imun tubuh menurun. Saat itulah, kuman dan virus dengan mudah masuk ke tubuh kita. Tak sedikit pula pasien pijat merasa lebih baik secara psikologis dengan sentuhan dan kontak dengan pemijat atau terapis.

Tirza Z. Tamin, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga Departemen Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumi (RSCM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan, terapi pijat sejatinya terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, wellness massage. Pijat jenis ini biasanya dilakukan saat tubuh tidak sakit. "Tapi, tubuh butuh relaksasi untuk menghilangkan penat setelah bepergian jauh," ajar Tirza.

Aroma terapi dan alunan musik syahdu dan tenang biasanya menyertai wellness massage. Tujuannya, menciptakan suasana rileks. Tapi, Tirza bilang, pemberian aroma terapi ini harus sesuai kondisi pasien. Misalnya, bagi pasien yang mengidap penyakit asma, harus menggunakan aroma terapi khusus untuk memperlancar pernafasan.

Kedua, medical massage. Pemijatan jenis ini biasanya dilakukan untuk penyembuhan. Misalnya, otot tenang lantaran posisi tidur yang salah. Atau, bisa juga karena adanya tumor yang menyempitkan kelenjar limfa di ketiak yang mengakibatkan pembengkakan lengan.

"Untuk ini memang perlu dilakukan medical massage untuk sesuatu patologis yang memang terjadi," ujar Tirza.

Medical massage biasanya menggunakan minyak tertentu. Yang perlu diingat, pemijatan tak boleh dilakukan jika pasien mengalami kondisi khusus. Contoh, pada pasien yang punya luka terbuka, pemijatan justru akan memperparah luka nya. Demikian pula, bila pasien tumor akut.

"Tidak boleh diberikan pemijatan karena bisa menyebabkan tumor pecah dan menjalar ke bagian tubuh lain," kata Tirza.

Karena itu, sebelum melakukan terapi pijat, pasien sebaiknya melakukan screening atau pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi kondisinya. Selain untuk menentukan terapi pbat yang tepat, ini juga menghindarkan pasien dari kondisi yang lebih buruk.

Tirza juga mengingatkan pasien tetap berhati-hati memilih tempat pijat. "Harus betul-betul bisa dipertanggungiawabkan." seru Tirza. (Tunggul Joko Pamungkas).

By: http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/09394639/lelah.dan.stres.pijat.saja

Selengkapnya...